Tuesday, September 4, 2018

Penduduk Khayalan Pagiku


Di tepi sungai pagi ini
Aku tertandang malu
Malu yang mulai setiap paginya menghiasi merah rona pipi ini
Sebab pesanku sudah sudi terbalas olehmu

Cahaya remang matahari pagi menambah kilau binar dari mataku yang kini kau isi dengan decak kagumku akan dirimu
Akan gemerlap cahaya mengagumkan yang kuingat dari mata polos mu

Matamu yang selalu menjauh dari mataku
Menambah keinginan hati memanjat kan doa di malam malam ku
Meminta senja untuk tak datang dulu
Agar kini kunikmati pagi yang jauh dari kulitmu
Dengan hangat senyummu yang kian menyelimuti dinginnya pagi ku
Meski kutau senyum itu tak jarang bukan untukku

Aku tak mudah mengecap rasa,
Pun mengucap cinta,
Namun kini aku tau sekali, bahwa aku tengah tertambat
Oleh jaring sikap dingin mu,

Aku mencintai setiap detik yang kau habiskan,
Mencintai penjagaan yang kau lakukan,
Mencintai matamu yang selalu membuat aku ingin mengulum pagi indah yang kurasakan,
Pagi yang kuhayalkan kuhabiskan menuju senja bersama kau yang ku anggap pangeran,
dikirim dari kayangan

Goresan Pena: Mawar Serambi Mekkah bunga mawar
Share:

0 comments:

Post a Comment