Tuesday, September 4, 2018

THE YOUNG MAN OF HOPE


Bismillaahirrahmanirrahiim


Oleh: Muhammad Syahnuryawan

Tak terasa negeri dan tanah air ini, Republik Indonesia telah menjulang tinggi gagah perkasa 73 tahun lamanya, mengingatkanku dengan perkataan Ir. Sukarno, Sang Proklamator dahulu.

"Beri Aku 10 orang pemuda, maka Aku akan guncangkan dunia."

Ku renungi, bagaimana hanya dengan 10 orang pemuda dapat mengguncangkan dunia? Padahal 11 orang pemuda dalam satu tim sepak bola saja, belum tentu memenangkan pertandingan. Padahal 41 orang siswa/mahasiswa belum tentu baik dalam berkoordinasi di kelasnya. Padahal banyak di antara 101, 1.001, 10.001, 100.001, 1.000.001 pemuda pun masih banyak yang belum baik mengurusi dirinya sendiri. Bisa jadi termasuk diriku ini.

Jumat, 14 Agustus 2015, tepat 1099 hari yang lalu, ketika itu ku dengarkan khutbah Shalat Jumat di Masjid Nurul Irfan, UNJ, yang dimana khutbah tersebut bertemakan "Islam dan Kemerdekaan", baru ku sadari ternyata ada makna dibalik makna, di balik ucapan Ir. Sukarno tersebut.

Ya, ternyata ucapan "10 pemuda dapat mengguncangkan dunia" secara kontekstualnya bukan menandakan seberapa banyak pemuda dapat menggucangkan dunia, melainkan kualitas pemuda itu sendiri yang setelahnya menghasilkan kualitas pemuda jama'i (bersama), dari 1 ke 11 ke 101 ke 1.001 ke 10.001 ke 100.001 ke 1.000.001 pemuda dst. Lalu, pemuda seperti apa yang berkualitas tersebut?

Sejatinya, pemuda berkualitas tersebut atau kalau boleh ku sebut sebagai "The Young Man of Hope" adalah dia yang menanamkan dua hal dalam hati, akal dan tulang punggungnya.

Dua hal tersebut; Ketakwaan kepada Allaah SWT, Tuhan YME yang dibungkus idealisme terhadap nilai-nilai kehidupan, lalu setelahnya hubungan baik kepada sesama manusia dengan semangat untuk menyebarkan dan mengobarkan kebaikan.

Sungguh sahabat, kemerdekaan ini dahulu dapat diraih oleh para pejuang, karena mereka "memantaskan diri" untuk menjadi "pemuda" itu.

Mereka boleh jadi tua secara usia, namun tetap berhati, berakal, dan bertulang punggung layaknya "The Young Man of Hope", pemuda harapan.

So, mari bersinergi, dengan kerja kita berprestasi; bersinergi dalam ketakwaan, bekerja dalam perjuangan, berprestasi dalam idealisme kehidupan.

#kerjakitaprestasibangsa
Share:

0 comments:

Post a Comment